Subscribe

Saturday, December 11, 2010

Difference Between Analog and Digital?

Analog and Digital
As a technology, analog is the process of taking an audio or video signal (the human voice) and translating it into electronic pulses. Digital on the other hand is breaking the signal into a binary format where the audio or video data is represented by a series of "1"s and "0"s. Simple enough when it's the deviceanalog or digital phone, fax, modem, or likewisethat does all the converting for you.

Digital versus analog can refer to method of input, data storage and transfer, the internal working of an instrument, and the kind of display. The word comes from the same source as the word digit and digitus.
The digital technology breaks your voice (or television) signal into binary code a series of 1s and 0s transfers it to the other end where another device (phone, modem or TV) takes all the numbers and reassembles them into the original signal. The beauty of digital is that it knows what it should be when it reaches the end of the transmission. That way, it can correct any errors that may have occurred in the data transfer. What does all that mean to you? Clarity. In most cases, you'll get distortion-free conversations and clearer TV pictures. The nature of digital technology allows it to cram lots of those 1s and 0s together into the same space an analog signal uses. Like your button-rich phone at work or your 200-plus digital cable service, that means more features can be crammed into the digital signal. Digital offers better clarity, but analog gives you richer quality. Digital like the VCR or the CD is coming down in cost and coming out in everything from cell phones to satellite dishes.

Phone lines

Digital lines are found in large, corporate phone systems. Though digital lines carry lower voltages than analog lines, they still pose a threat to your analog equipment.

Analog lines also referred to as POTS (Plain Old Telephone Service), support standard phones, fax machines, and modems. These are the lines typically found in your home or small office

There are digital-to-analog adapters that not only let you use analog equipment in a digital environment, but also safeguard against frying the internal circuitry of your phone, fax, modem, or laptop.

Cordless phone

The very nature of digital technologybreaking a signal into binary code and recreating it on the receiving endgives you clear, distortion-free cordless calls.

Cordless phones with digital technology are also able to encrypt all those 1s and 0s during transmission so your conversation is safe from eavesdroppers. Plus, more power can be applied to digital signals and thus, you'll enjoy longer range on your cordless phone conversations.

The advantage to analog cordless products? Well, they're a bit cheaper. And the sound quality is richer. So unless you need digital security, why not save a few bucks and go with an analog phone? After all, in home or small office environments where you may be the only cordless user, you won't have any interference issues.

Keep in mind, when talking about digital and analog cordless phones, you're talking about the signals being transferred between the handset and its base. The phones themselves are still analog devices that can only be used on analog lines. Also, the range of your cordless phoneanalog or digitalwill always depend on the environment.

Cellular Phones

Perhaps the most effective use of the digital versus analog technology is in the booming cellular market. With new phone activations increasing exponentially, the limits of analog are quickly being realized.

Digital cellular lets significantly more people use their phones within a single coverage area. More data can be sent and received simultaneously by each phone user. Plus, transmissions are more resistant to static and signal fading. And with the all-in-one phones out nowphone, pager, voice mail, internet accessdigital phones offer more features than their analog predecessors.

Analog's sound quality is still superioras some users with dual-transmission phones will manually switch to analog for better sound when they're not concerned with a crowded coverage areabut digital is quickly becoming the norm in the cellular market.

Better Sound Quality
Digital offers a better quality of sound. Proponents of digital claimed too that because digital scrambled up the signals into bursts, it was more secure than analog and can help thwart "cloning," an act of grabbing phone account information over the air in order to copy then resell that information for piracy purposes. By some industry estimates, close to $650 million in wireless services has been coveted by these big-eared crooks, which only adds onto the operator's bottom line a cost that is eventually passed on to the customer. Digital has stronger battery life than analog, and for the most part, better, more modern features on the phones.

Read more: http://www.articlesbase.com/communication-articles/difference-between-analog-and-digital-69824.html#ixzz17nEfg0Y1
Under Creative Commons License: Attribution
[More..]

Friday, December 10, 2010

Kebebasan Finansial Secepatnya!

Hari ini jum'at 10 desember 2010, pagi-pagi sekali saya sudah bangun untuk melaksanakan perintah sang pencipta. Dengan tubuh yang masih sedikit mengantuk saya berjalan kearah kamar mandi kemudian masuk kedalamnya. Ketika melihat cermin, wow tampan sekali saya hari ini (memuji diri sendiri hehe..). Setelah melihat diriku di cermin badan terasa sedikit lebih segar, saatnya untuk mengambil wudhu. Setelah mengambil wudhu tentulah saya lanjutkan untuk bermunajat di hadapan sang khalik.
Taukah apa yang pertama kali terlintas dipikiranku hari ini? "saya harus memiliki kebebasan finansial secepatnya!" itu yang saya pikirkan.

Semua orang pasti memiliki pikiran yang sama seperti saya. Ingin memiliki kebebasan finansial, bisa membeli apapun yang ia inginkan. Saya selalu membayangkan saya akan mempunyai mobil yang akan saya beli menggunakan uang saya sendiri. Dan saya yakin itu pasti terwujud. Betapa bahagianya saya ketika suatu saat bisa menanyakan hal seperti ini kepada kedua orang tua saya: "pah, mah mau dibeliin apa pas nanti lebaran?" dan pastilah kedua orang tuaku bisa bangga akan semua itu. Dan pada saat ingin pulang ke kampung halaman selalu saja dana menjadi masalah utamaku untuk memilih transportasi apa yang saya pakai. Karena masih menggunakan dana dari orangtua tentu saja saya memilih yang murah. Saya selalu membayangkan ketika hendak pulang ke kampung halaman masalah utama tadi tidak terpikirkan lagi olehku karena sudah mendapatkan kebebasan finansial.
Saya membayangkan ketika adik-adik ku membutuhkan sesuatu saya dapat mewujudkannya tanpa harus meminta kepada orangtua ku.

Hal-hal diatas adalah yang selalu saya bayangkan setiap hari. Memikirkan bisa memiliki banyak uang dan dapat membantu orang-orang yang saya sayangi dan orang-orang yang membutuhkan. Tidak menutup kemungkinan hal-hal diatas akan terwujud nantinya. Amien ya rabb..
Sekian untuk pagi ini. Semoga apa yang kita cita-cita kan dapat terwujud secepatnya. Tetap semangat dan konsisten sama yang kita jalani saat ini adalah kunci keberhasilan yang paling baik.
Akhir kata wassalam and god bless us all.
[More..]

Thursday, December 9, 2010

Sedikit Curahan Hati

Saat ini adalah masa-masa sulit bagi saya. Berada di tempat yang baru bagi saya adalah hal yang membutuhkan proses untuk beradaptasi dan membaca situasi. Orang-orang yang ada sangat-sangat berbeda dibandingkan dengan yang ada di kampus saya yang lama. Selain perlu beradaptasi, saya juga perlu mengenal lebih jauh satu persatu personal yang ada. Watak-watak mereka, serta perangai mereka. Menurut sebagian orang mungkin ini adalah hal yang mudah. Namun bagiku ini hal yang cukup rumit. Karena memahami seseorang adalah pekerjaan yang gampang-gampang susah.

Selain itu keuangan yang dikeluarkan juga tidak sama pada saat di kampus yang lama. Uang parkir yang harus saya keluarkan setiap harinya, uang bensin setiap pekannya, uang makan setiap hari dan lain-lain yang membutuhkan pengaturan agar tidak keteteran dalam keuangan.

Dan lagi ketika dana-dana tak terduga yang keluar seperti di tilang polisi yang sedang mencari nafkah (cape deh..) dan lain sebagainya.
Pada hal ini ilmu manajemen saya sangat-sangat diperlukan. Dengan mengandalkan dana dari orang tua saya sangat tidak enak. umur yang menurut saya sudah sangat pantas menghasilkan uang dan tidak bergantung lagi kepada orang tua. Saya memutuskan untuk kembali ngeblog dan ingin mendapatkan earning dari blog-blog yang saya miliki.
Semoga keputusan ini dapat di jabah sama sang khalik dan memberikan rezeki yang pantas untukku.
Amien.
[More..]

Sunday, March 28, 2010

Sepeda sebagai Kendaraan Alternatif

Sepeda yang dulu hanyalah kendaraan tradisional kini telah menjadi kendaraan alternatif yang dapat digunakan oleh siapapun. Dari anak-anak hingga orang dewasa bisa menggunakannya. Selain ramah lingkungan, sepeda juga sangat berguna untuk kesehatan kita. Dengan menggunakan sepeda setiap hari badan kita akan terasa bugar karena seluruh organ tubuh kita bergerak ketika menggunakan sepeda. Gerakan "Bike to Work" yang belakangan ini telah diterapkan merupakan suatu ide yang sangat baik untuk menjaga kelestarian alam ini.

Ada suatu tempat yang telah menerapkan penggunaan sepeda sebagai kendaraan sehari-hari. Bertempat di Desa mekar jaya kecamatan haurgeulis kabupaten indramayu jawa barat tepatnya di kampus Al-Zaytun. Disini kegiatan sehari-hari dilakukan dengan menggunakan transportasi sepeda. Ada jalur yang dibuat khusus untuk pejalan kaki serta ada pula jalan yang dikhususkan untuk pengguna sepeda. Karena pengguna sepeda yang banyak, maka dibuat rambu-rambu agar bersepeda bisa lebih tertib.


Layaknya rambu-rambu lalulintas pada umumnya disini ada larangan tidak boleh melintas atau forbodden sering kita temui. Namun ada rambu-rambu yang cukup unik disini. Ada rambu larangan tidak boleh melintas untuk wanita yang melintasi jalur pria dan begitu pula sebaliknya. Disini juga bisa ditemui zebra cross untuk menyebrang. Bagi siapa saja yang ingin menyebrang. Jika ingin menyeberang harus melintasi zebra cross yang ada. Jika hal ini tidak di indahkan maka keamanan akan menilang orang tersebut yang kemudian akan dibawa ke kantor keamanan untuk diminta pertanggung jawabannya.
Dengan ditetapkannya sepeda sebagai kendaraan utama dikampus ini maka mau tidak mau seluruh kegiatan sehari-hari harus dilakukan dengan menggunakan sepeda agar kegiatan yang ada dapat berjalan lancar. Karena lingkungan yang hijau tempat ini juga memberikan kenyamanan ketika bersepeda. Sepanjang jalan ditanami pohon-pohon yang bisa memberikan kesejukan ketika melintas diantara pohon-pohon yang ada.

Penerapan hemat enrgi sangatlah dibutuhkan untuk melestarikan lingkungan disekitar kita. Dengan mengawali dari hal kecil kita dapat memberikan dampak yang besar bagi bumi kita tercinta. Mari kita jaga bersama kelestarian alam kita yang nantinya akan kita wariskan ke anak cucu kita. Semoga tulisan ini dapat memberikan informasi yang berguna bagi anda untuk dapat menerapkannya dikeseharian anda masing-masing.
Akhir kata wassalam.
[More..]

Friday, March 26, 2010

Kesadaran Manusia Terhadap Tuhan

Kita semua pasti tahu setiap orang yang hidup di dunia pasti memiliki tuhan. Ada yang begitu mengagungkan kebesaran tuhan, dan ada pula yang dengan sengaja melupakan keberadaan tuhan. Disaat seseorang mulai bersenang-senang dengan kenikmatan duniawi, saat itulah mereka akan melupakan sang pencipta yang begitu agung. Disaat seseorang mulai terpuruk dan merasakan kejamnya dunia, disaat itulah seseorang mulai kembali mengingat tuhan yang senantiasa mengingat seluruh ummat-ummatnya tanpa terkecuali. Semasa kecil kita pasti pernah mendengarkan guru yang mengatakan tuhan itu maha mendengar, tuhan itu maha melihat, tuhan itu maha tahu, dan tuhan itu maha segalanya. Hal itu adalah benar adanya. Ia selalu tahu apa yang dilakukan hambanya. Namun apakah kita sudah bisa tersadar dengan kebesarannya itu? saya rasa sama sekali belum.

Dimulai dari waktu shubuh. Tuhan berharap kita dapat menjalankan perintahnya, namun apa yang kita lakukan? sama sekali hati ini tertutup untuk menjalankannya. Telinga sengaja tidak mendengar kumandang adzan yang begitu keras yang menganjurkan kita untuk shalat. Namun kita tetap terbuai oleh nikmatnya tidur. Kemudian berlanjut pada waktu dzuhur. Tuhan berharap kita dapat menyapanya pada siang itu. Namun apa yang kita lakukan? selepas beraktivitas kita mulai menyantap kenikmatan yang diberikannya berupa makan siang, kemudian setelah itu kita malah menonton televisi, tidur siang, atau melakukan kegiatan yang lainnya tanpa sedikit pun terbesit dipikiran kita untuk menyapanya sejenak. Berlanjut pada waktu shalat ashar. Tuhan masih berharap agar hambanya dapat menyapanya disore hari. Namun apa yang kita lakukan? Kita terbuai dengan keindahan disore hari. Ditemani secangkir teh hangat bersama sepiring kue kita duduk santai didepan teras rumah menghabiskan waktu sore begitu saja hingga waktu ashar pun terlewatkan. Kemudian berlanjut diwaktu shalat magrib. Tuhan tetap setia menunggu hambanya yang akan menyapanya. Namun apa yang kita lakukan? kita tetap saja masih terbuai dengan indahnya dunia. Tanpa rasa bersalah kita melewatkan waktu maghrib yang terhitung sangat singkat. Berlanjut pada waktu isya. Lagi dan lagi tuhan tetap mengharapkan hambanya akan menyapanya. Namun apa yang kita lakukan? Selepas makan malam kita malah begitu menikmati sajian acara-acara televisi, ketemu dengan pacar, dan sebagainya dibandingkan harus menyapanya sejenak.

Lima waktu yang begitu berarti hanya terlewatkan begitu saja dalam sehari. Bayangkan jika setiap hari kita terus menerus melakukan hal seperti ini? berapa banyak kewajiban yang kita tinggalkan? sedangkan kita selalu mengeluh kepadanya terhadap apa yang telah diberikan kepada kita. Bukankah kita sangat egois? Kita tidak pernah merasa puas dengan semua yang telah diberikan kepada kita. Hanya keluhan yang terus ada dipikiran kita terhadapnya. Sedangkan hanya menyapanya saja kita selalu lupa. Demikian beberapa pemikiran yang dapat saya tuangkan disini semoga tulisan ini dapat bermanfaat untuk kehidupan saya dan kita semua kedepannya. Akhir kata wassalam.
[More..]